Karhutla Kalimantan: Kondisi Terkini dan Cara Hadapi Asap

Per 15 Oktober 2026.
Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Dampaknya dapat menjangkau permukiman dan mengganggu perjalanan, kesehatan, hingga kegiatan sekolah.
Bagi masyarakat, hal yang perlu disiapkan bukan hanya masker. Rumah, sekolah, dan tempat kerja juga perlu memiliki langkah untuk mengurangi asap yang masuk serta rencana ketika aktivitas harus berubah.
Bagaimana Kondisi Karhutla Kalimantan Saat Ini?
Dalam laporan 6 Oktober 2026, BNPB menyebut penanganan karhutla masih menghadapi kondisi berat di enam provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kabut asap di Kalimantan Tengah juga dilaporkan mengganggu penerbangan. Pemadaman di lahan gambut membutuhkan perhatian berkelanjutan karena titik kebakaran dapat kembali muncul. Sumber: BNPB.
Saat diperiksa pada 15 Oktober 2026, laman kualitas udara BMKG menampilkan kategori berbahaya di Palangkaraya dan Pangkalanbun pada pembacaan pukul 08.00 WIB. Angka tersebut merupakan gambaran pada waktu pengukuran, bukan kondisi tetap sepanjang hari ataupun seluruh Kalimantan. Pantau kualitas udara BMKG.
Karena kondisi dapat berubah, berita tentang kebakaran hutan Kalimantan perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kualitas udara di lokasi masing-masing dan arahan BPBD setempat.
Mengapa Kabut Asap Perlu Diwaspadai?
Asap kebakaran membawa campuran gas dan partikel halus. Paparannya dapat menyebabkan mata perih, tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, hingga sesak napas. Anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru memerlukan perhatian lebih. Sumber: CDC.
Berada di dalam bangunan membantu mengurangi paparan, tetapi asap masih dapat masuk. Karena itu, kondisi udara di dalam rumah atau kelas tetap perlu diperhatikan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Asap Mulai Masuk ke Wilayah Anda?
1. Periksa kualitas udara dan kurangi kegiatan di luar
Pantau informasi PM2.5 BMKG, peringatan BPBD, serta pengumuman sekolah. Perhatikan lokasi dan waktu pengukurannya.
Saat udara tidak sehat, tunda olahraga, upacara, dan kegiatan luar ruang. Ikuti arahan setempat mengenai pembatasan aktivitas atau evakuasi. Panduan perlindungan dari asap: CDC.
2. Kurangi masuknya asap ke rumah
Tutup pintu dan jendela saat udara luar berasap, tanpa menghalangi jalan keluar. Jika AC memiliki pengaturan udara luar, gunakan mode sirkulasi ulang sesuai petunjuk alat.
Ketika kualitas udara luar membaik, buka kembali ventilasi untuk menyegarkan udara ruangan.
3. Siapkan satu ruangan dengan udara lebih bersih
Pilih ruangan yang cukup nyaman untuk anggota keluarga. Gunakan pembersih udara berfilter partikel yang sesuai ukuran ruangan dan tidak menghasilkan ozon, jika tersedia.
Jika ruangan terlalu panas, listrik padam, atau asap tetap banyak masuk, cari tempat berlindung dengan udara lebih bersih. Jangan bertahan di bangunan apabila ada perintah evakuasi.
4. Hindari menambah polusi di dalam
Hentikan aktivitas merokok, membakar lilin atau dupa, dan memasak yang menghasilkan banyak asap. Bersihkan permukaan dengan kain atau pel lembap agar debu tidak kembali beterbangan.
Langkah pengelolaan udara di rumah tersebut mengacu pada panduan ruang udara bersih EPA.
5. Periksa kesiapan kelas dan gedung
Sekolah dan pengelola gedung perlu menilai apakah ruangan benar-benar memberikan perlindungan dari asap. Libatkan petugas fasilitas untuk memeriksa filter, jalur masuk udara luar, dan pengaturan ventilasi sesuai sistem bangunan.
Kelas yang pintunya tertutup belum tentu memiliki udara yang aman. Jika perlindungan di dalam gedung tidak memadai, pertimbangkan pemindahan kegiatan mengikuti arahan pihak berwenang. Sumber: panduan EPA untuk sekolah dan gedung.
6. Gunakan perlindungan saat harus keluar dan perhatikan gejala
Jika perjalanan tidak dapat ditunda, gunakan respirator seperti N95 yang pas dan rapat di wajah. Untuk anak, ukuran dan kecocokan sangat penting; masker dewasa yang longgar tidak memberikan perlindungan yang sama.
Cari pertolongan medis jika muncul sesak berat, nyeri dada, atau keluhan yang memburuk. Orang dengan asma atau penyakit kronis perlu mengikuti rencana pengobatan dari tenaga kesehatan. Sumber: CDC.
Sekolah di Malaysia Sempat Ditutup, Bagaimana Kelanjutan Belajarnya?
Dampak kabut asap juga mengubah kegiatan sekolah di negara tetangga. Di Malaysia, sekolah di sejumlah wilayah, termasuk beberapa distrik Selangor, ditutup pada 12 Oktober 2026. Namun, situasinya terus berkembang: pengumuman pada 14 Oktober menyatakan sekolah di Selangor akan kembali dibuka pada 15 Oktober 2026. Laporan penutupan dan pengumuman pembukaan kembali.
Perubahan seperti ini menunjukkan pentingnya rencana pembelajaran saat kegiatan tatap muka terganggu. Jika sekolah belum siap, guru harus mendadak mencari cara membagikan materi, orang tua menunggu informasi, dan tugas berisiko tercecer di berbagai percakapan.
Sekolah dapat menyiapkan beberapa hal sejak awal:
-
Satu tempat untuk pengumuman, materi, tugas, dan umpan balik.
-
Panduan akses yang sudah dipahami guru, murid, serta orang tua.
-
Materi yang bisa dipelajari tanpa harus mengikuti kelas video secara langsung.
-
Pilihan tugas luring dan kelonggaran bagi murid yang sakit atau terkendala perangkat serta internet.
Siapkan Pembelajaran yang Bisa Berlanjut Bersama eJourney
Karhutla menjadi pengingat bahwa kegiatan sekolah dapat berubah sewaktu-waktu. Saat tatap muka harus dihentikan sementara, sekolah perlu memiliki cara untuk melanjutkan pembelajaran sesuai kondisi murid.
Melalui Canvas LMS bersama eJourney, institusi dapat menyiapkan materi, tugas, penilaian, dan komunikasi pembelajaran dalam satu sistem. Guru dan murid yang sudah terbiasa menggunakannya akan memiliki tempat yang jelas untuk melanjutkan kegiatan ketika jadwal berubah.
Kesiapan ini tetap perlu disertai pelatihan guru, dukungan akses, dan fleksibilitas bagi keluarga terdampak. Jadwalkan diskusi bersama eJourney untuk membahas kesiapan LMS dan rencana pembelajaran daring di institusi Anda.