eJourney

Pekan Antariksa Dunia 2026: Tema, Lokasi, dan Google Doodle

Dipublikasikan pada 8 Oktober 2026
Pekan Antariksa Dunia 2026: Tema, Lokasi, dan Google Doodle

Pekan Antariksa Dunia 2026 berlangsung pada 4-10 Oktober 2026 dengan tema “Rocket Revolution” atau “Revolusi Roket”. Perayaan yang dikenal sebagai World Space Week 2026 ini mengajak masyarakat mengenal sains dan teknologi antariksa serta manfaatnya bagi kehidupan. Sumber: PBB.

Jika Anda membuka Google pada 8 Oktober, mungkin perhatian Anda langsung tertuju pada pemandangan antariksa berwarna biru dan jingga. Bentuknya seperti pegunungan dengan bintang-bintang berkilau.

Gambar tersebut merupakan bagian dari perayaan Pekan Antariksa Dunia. Menariknya, pemandangan itu memperlihatkan kawasan tempat bintang-bintang lahir.

Mengapa Pekan Antariksa Dunia Diperingati pada 4-10 Oktober?

PBB menetapkan Pekan Antariksa Dunia pada 1999. Tanggal awal dan akhirnya dipilih untuk mengenang dua peristiwa penting:

  • 4 Oktober 1957: peluncuran Sputnik 1, satelit buatan pertama yang mengorbit Bumi.

  • 10 Oktober 1967: mulai berlakunya Outer Space Treaty, perjanjian yang menjadi dasar prinsip kegiatan negara-negara di antariksa.

Dua tanggal tersebut mengingatkan kita pada kemajuan teknologi sekaligus pentingnya kerja sama dalam menjelajahi ruang angkasa. Sumber: UNOOSA.

Apa Arti Tema “Rocket Revolution”?

Tema Rocket Revolution menyoroti perubahan dalam teknologi peluncuran antariksa. Perkembangannya melibatkan roket yang dapat digunakan kembali serta semakin banyak perusahaan, universitas, dan negara yang ikut berpartisipasi. Sumber: PBB.

Bayangkan jika kendaraan hanya bisa digunakan untuk satu perjalanan. Tentu berbeda dengan kendaraan yang dapat dipakai berkali-kali. Gambaran sederhana ini membantu menjelaskan mengapa pengembangan roket yang bisa digunakan kembali menarik perhatian.

Tema tahun ini menjadi pintu masuk untuk bertanya: bagaimana roket bekerja, apa yang dibawanya, dan bagaimana teknologi antariksa membantu manusia di Bumi?

Pekan Antariksa Dunia 2026 Dirayakan di Mana?

Pekan Antariksa Dunia tidak berpusat di satu kota atau negara. Kegiatannya berlangsung di berbagai tempat melalui lembaga antariksa, museum, komunitas astronomi, sekolah, dan universitas. Bentuknya bisa berupa pameran, diskusi, pengamatan langit, serta kegiatan sains.

Informasi kegiatan global dapat ditelusuri melalui situs World Space Week.

Bagaimana Indonesia Merayakannya?

Salah satu kegiatan di Indonesia adalah Pekan Astronomi Jakarta 2026, yang berlangsung pada 6–10 Oktober di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pengunjung dapat mengenal astronomi melalui pameran foto, pertunjukan planetarium mini, peneropongan Matahari, dan eksperimen roket air. Peneropongan Matahari dilakukan menggunakan perlengkapan khusus bersama penyelenggara. Sumber: Beritajakarta.

Partisipasi juga datang dari Observatorium Astronomi Itera Lampung melalui kegiatan pengiriman gambar menggunakan komunikasi radio amatir dan satelit LAPAN-A2. Dalam laporan yang terbit pada 7 Oktober 2026, gambar tersebut disebut berhasil diterima di Indonesia, India, Tiongkok, Filipina, dan Singapura. Sumber: ITERA.

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa antariksa bisa dipelajari melalui pengalaman langsung, mulai dari eksperimen sederhana hingga komunikasi melalui satelit.

Gambar Antariksa di Halaman Depan Google Itu Apa?

Google Doodle pada 8 Oktober 2026 berjudul “World Space Week 2026: The Carina Nebula”. Inilah Doodle dengan bentangan biru dan jingga yang menyerupai tebing di antara bintang-bintang. Sumber: Google Doodles.

Pemandangan tersebut dikenal sebagai Cosmic Cliffs, bagian dari kawasan pembentukan bintang NGC 3324 di Nebula Carina. Jaraknya sekitar 7.600 tahun cahaya dari Bumi.

Yang tampak seperti tebing sebenarnya adalah tepian awan gas dan debu. Citra ini ditangkap oleh Teleskop Antariksa James Webb menggunakan cahaya inframerah, sehingga detail kawasan kelahiran bintang yang sebelumnya tersembunyi dapat terlihat. Sumber: NASA.

Kerennya, gambar yang sekilas terlihat seperti ilustrasi fantasi itu berasal dari pengamatan ilmiah. Dari satu gambar, kita bisa mulai membicarakan bagaimana bintang terbentuk dan bagaimana teleskop membantu manusia melihat lebih jauh.

Untuk anak-anak, penjelasannya bisa sesederhana ini: “Yang terlihat seperti gunung itu adalah awan raksasa di ruang angkasa. Di kawasan seperti inilah bintang-bintang baru dapat terbentuk.”

Ubah Rasa Penasaran Menjadi Video Pembelajaran dengan StoryJourney

Pertanyaan seperti “Bagaimana roket terbang?” atau “Dari mana bintang berasal?” bisa menjadi awal video pembelajaran yang menarik.

Dengan StoryJourney, salah satu produk eJourney, Anda dapat mengubah topik, script, atau dokumen menjadi video animasi. Naskah, adegan, voiceover, musik, dan subtitle dapat disesuaikan dengan kebutuhan penonton.

🎬 Lihat contoh video StoryJourney di playlist ini untuk mendapatkan gambaran gaya penyajiannya.

StoryJourney juga dapat digunakan untuk materi mengajar dan training di institusi. Anda bisa mencoba membuat video melalui app.storyjourney.ai atau menggunakan layanan pembuatan video oleh tim kami.

Punya materi yang ingin dijadikan video animasi? Jadwalkan diskusi bersama eJourney untuk membahas kebutuhan institusi Anda.

Cookie Settings

We use cookies to make your experience better. You can accept all cookies or choose your preferences.