Deep Learning dalam Pendidikan: Pengertian dan Contoh

Deep Learning dalam Pendidikan: Pengertian dan Contoh
Deep learning dalam pendidikan, atau pembelajaran mendalam, adalah pendekatan untuk membantu murid memahami konsep, menggunakannya dalam konteks yang relevan, dan merefleksikan proses belajarnya. Pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru dan tidak menggantikan Kurikulum Merdeka. Sumber: FAQ Kemendikdasmen
Bagi sekolah, penerapannya dimulai dari rancangan pengalaman belajar. Guru perlu menentukan kemampuan yang ingin dibangun dan bukti yang menunjukkan bahwa murid benar-benar memahami materi.
Apakah ada kurikulum deep learning?
Istilah “kurikulum deep learning” banyak digunakan dalam percakapan, tetapi lebih tepat membedakan kurikulum dari pendekatan pembelajaran. Kurikulum memberi kerangka pendidikan, sedangkan pendekatan membantu guru merancang bagaimana pengalaman belajar berlangsung.
Deep learning dalam pendidikan juga berbeda dari istilah deep learning dalam bidang kecerdasan artifisial. Dalam artikel ini, pembahasannya adalah praktik belajar mengajar.
Teknologi digital dapat menjadi pendukung, tetapi pembelajaran mendalam tidak harus berlangsung dengan aplikasi atau perangkat. Diskusi, pengamatan lingkungan, percobaan, dan refleksi tertulis juga dapat digunakan. Sumber: FAQ program prioritas
Tiga prinsip yang menjadi pegangan
Dokumen Kemendikdasmen menjelaskan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pengalaman belajarnya mencakup memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Sumber: pengantar pembelajaran mendalam dalam buku panduan guru
Berikut cara praktis menerjemahkannya saat merancang kegiatan. Tabel ini merupakan saran penerapan, bukan daftar ketentuan baru.
Prinsip & Pertanyaan untuk guru
-
Berkesadaran: Apakah murid mengetahui tujuan dan dapat menilai kemajuan belajarnya?
-
Bermakna: Apakah konsep terhubung dengan pengalaman atau persoalan yang dapat dipahami murid?
-
Menggembirakan: Apakah murid merasa aman bertanya, mencoba, dan memperbaiki kesalahan?
Kegiatan yang menyenangkan belum tentu menghasilkan pemahaman. Setelah permainan atau proyek, tetap minta murid menjelaskan konsep dan alasan di balik hasil pekerjaannya.
Contoh pembelajaran mendalam: penggunaan air di sekolah
Contoh berikut merupakan rancangan orisinal yang dapat disesuaikan dengan jenjang dan tujuan pembelajaran. Tujuannya adalah agar murid mampu membaca data sederhana, membandingkan pilihan, dan menjelaskan rekomendasi berdasarkan bukti.

Guru dapat memakai data buatan yang diberi label sebagai ilustrasi. Murid tidak harus melakukan pengukuran lapangan bila sarana dan pengawasannya belum tersedia.
Sebagai variasi pada pelajaran bahasa, gunakan dua teks tentang topik yang sama. Murid menandai klaim, membandingkan bukti, lalu menulis simpulan. Aktivitas berbeda dapat melatih kebiasaan yang sama: menjelaskan alasan dan meninjau pemahaman.
Bagaimana menilai hasil belajarnya?
Nilai proses penalaran dan hasil tugas dengan kriteria yang dipahami murid. Hindari menjadikan panjang laporan atau tampilan presentasi sebagai ukuran utama.
Untuk contoh penggunaan air, guru dapat memeriksa tiga aspek:
-
Ketepatan membaca data dan menggunakan satuan.
-
Kesesuaian alasan dengan bukti.
-
Kemampuan mengenali keterbatasan serta memperbaiki usulan.
Sampaikan kriteria sebelum tugas dimulai. Setelah murid menyerahkan hasil awal, berikan satu masukan yang dapat ditindaklanjuti dan kesempatan memperbaiki pekerjaan.
Anda dapat mengadaptasi panduan rubrik penilaian esai untuk memperjelas perbedaan kualitas jawaban. Jika memakai AI dalam aktivitas belajar, sesuaikan rancangan dengan pedoman pemanfaatan AI di pendidikan.
Mulai dari satu unit pembelajaran
Sekolah dapat menguji pendekatan ini pada satu unit terlebih dahulu. Ajak guru meninjau contoh hasil murid, bagian yang sulit, dan waktu yang diperlukan. Gunakan temuan itu untuk memperbaiki kegiatan berikutnya.
Dalam tahap memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, guru juga membutuhkan ruang untuk menilai praktiknya sendiri. Panduan pelatihan Kemendikdasmen menjelaskan alur tersebut dalam pengembangan kompetensi pendidik.
Jika institusi Anda ingin menata materi, tugas, rubrik, dan refleksi dalam LMS, jadwalkan meeting bersama tim eJourney. Kita dapat membahas satu unit pembelajaran dan menentukan dukungan yang benar-benar dibutuhkan guru.