AI untuk Guru: Kurangi Berkas, Luangkan Waktu bagi Siswa

Guru Sibuk Mengurus Berkas, Kapan Sempat Mendampingi Siswa?
Belum selesai membaca tugas, sudah harus menyiapkan materi berikutnya. Setelah mengajar, masih ada penilaian dan administrasi yang menunggu. Di antara semua itu, guru juga perlu mendengarkan, membimbing, dan memahami kebutuhan siswa. AI untuk guru menjadi relevan ketika teknologi dapat membantu sebagian pekerjaan tersebut.
Persoalan ini mengemuka dalam kegiatan bersama para pendidik PPPK Petra yang turut menghadirkan eJourney. Diskusi menghubungkan penggunaan teknologi dengan tanggung jawab guru dalam pembelajaran, pendidikan karakter, dan pengenalan nilai iman.
AI untuk Guru: Pekerjaan Terbantu, Pendampingan Tetap Utama
Dalam sesi eJourney, pemanfaatan AI dalam pembelajaran dibahas melalui kebutuhan sehari-hari guru: menyiapkan materi, membaca tulisan tangan, serta membantu proses koreksi.
Bayangkan seorang guru menghadapi puluhan lembar jawaban. Sebagian tulisannya sulit dibaca, sementara setiap siswa tetap membutuhkan umpan balik. Bantuan AI dapat menjadi langkah awal untuk membaca dan menata informasi tersebut, sebelum guru memeriksa hasilnya.
Waktu yang tersedia kemudian dapat dialokasikan untuk menjelaskan materi yang belum dipahami, berdiskusi dengan siswa, atau memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan pendampingan.
Contoh Artificial Intelligence dalam Bidang Pendidikan
Penggunaan AI tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Berikut beberapa contoh yang dibahas dalam kegiatan ini:

Sebagaimana pemakaian AI dalam kehidupan sehari-hari untuk menyusun tulisan atau mencari ide, hasilnya tetap perlu ditinjau. Draf yang terlihat rapi belum tentu sudah tepat untuk digunakan di kelas.
Materi Bisa Dibantu AI, Nilai Kehidupan Tetap Perlu Dibicarakan
Peran pendampingan guru juga terlihat dalam sesi mengenai integrasi agama dalam pembelajaran. Pembahasan mencakup pengenalan nilai-nilai Kristiani, termasuk kaitannya dengan pendidikan kewarganegaraan dan sila pertama Pancasila.
Salah satu pertanyaan peserta menyoroti keberagaman keyakinan siswa. Bagaimana nilai iman dapat dikenalkan tanpa membuat siswa dengan latar belakang berbeda merasa dipaksa?
Pembicara menjelaskan bahwa tujuannya adalah membantu siswa memahami nilai-nilai Kristen dengan tetap menghormati keyakinan masing-masing, bukan memaksa perpindahan agama.
Percakapan semacam ini membutuhkan kepekaan guru: mendengarkan pertanyaan, memahami latar belakang siswa, dan membangun ruang diskusi yang saling menghargai. Inilah salah satu alasan waktu untuk pendampingan perlu mendapat tempat dalam keseharian mengajar.
Banyak Platform Belum Tentu Membuat Belajar Lebih Mudah
Peserta juga diajak mencoba antarmuka siswa untuk melihat pengalaman pembelajaran dari sisi pengguna. Apakah materi mudah ditemukan? Apakah langkah berikutnya jelas?
Sejumlah guru menceritakan pengalaman memakai platform berbeda untuk pertemuan, materi, dan tugas. Perpindahan tersebut membuat pembelajaran daring sulit diikuti dan menjadi salah satu kendala untuk melanjutkan penggunaannya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi perlu memperhatikan alur belajar. Guru dan siswa membutuhkan tempat yang jelas untuk menemukan materi, mengumpulkan tugas, serta menerima umpan balik.
Menggunakan AI Tetap Membutuhkan Guru yang Kritis
Diskusi turut mengangkat pertanyaan: jika guru dipercaya untuk mendidik, mengapa perlu menggunakan AI?
AI dalam pendidikan berfungsi sebagai alat pendukung, sementara tanggung jawab pembelajaran tetap berada pada guru. Penggunaannya perlu disertai pemeriksaan:
-
Apakah informasi dan hasil pembacaan jawaban sudah benar?
-
Apakah materi sesuai dengan usia dan kebutuhan siswa?
-
Apakah umpan balik mengikuti rubrik?
-
Bagian mana yang membutuhkan penjelasan langsung dari guru?
Misalnya, AI dapat keliru membaca tulisan siswa. Jika hasil tersebut langsung digunakan untuk menilai, kesalahan pembacaan bisa memengaruhi penilaian. Karena itu, guru perlu memeriksa jawaban asli dan menggunakan pertimbangannya sebelum mengambil keputusan.
Beri Guru Lebih Banyak Ruang untuk Mendampingi
Pertanyaan “kapan sempat mendampingi siswa?” perlu dijawab melalui cara kerja yang mendukung guru. Bantuan untuk pekerjaan rutin dan pengelolaan pembelajaran yang lebih tertata dapat membuka ruang bagi interaksi yang lebih bermakna.
Melalui AI untuk guru dan LMS, eJourney membantu institusi mengeksplorasi cara menyiapkan materi, mendukung penilaian, serta mengelola kegiatan belajar sesuai kebutuhan sekolah. Penerapannya tetap disertai pemeriksaan hasil dan kesiapan para pengguna.
Jadwalkan diskusi bersama eJourney untuk membahas pekerjaan yang dapat dibantu teknologi, agar guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk membimbing siswa.